Pentingkah Valentine's Day..????????

Minggu, 03 Februari 2013

Valentine’s day….!!!! Siapa yang tidak tahu dengan perayaan di tanggal 14 Februari yang dikenal dengan Hari Kasih Sayang alias “Valentine’s Day”.
Para remaja begitu antusias dalam persiapan perayaan Valentine’s Day ini,. Bukan hanya remaja, tetapi jauh diawal bulan Februari sudah begitu banyak kita temui jargon – jargon di banyak Toko, Mini Market, Mall yang mengekspos dan mempromosikan simbol-simbol Valentine’s Day. Bahkan bukan hanya itu, tempat hiburan, Hotel – hotel, CafĂ©, Diskotik, seolah ramai berlomba – lomba menawarkan suatu kesenangan dalam perayaan Valentine’s Day.
Valentine’s Day adalah hari dimana kita berkasih sayang, mengungkapkan rasa cinta, dan yang lebih ekstreemnya mengungkapkan rasa cinta dengan hawa napsu. Kenapa saya bisa bilang seperti ini ????  Jika kita melihat ke belakang atas apa yang diberitakan di Media Massa, Penjualan Kondom meningkat saat perayaan Tahun Baru yang jelas itu juga bukan kebudayaan islam. Ironis bukan??? Perayaan Tahun Baru saja seperti itu, sudah bisa kita bayangkan membaca wacananya saja “Valentine’s Day adalah Hari Kasih Sayang”, kasih sayang disini yang ditakutkan dalam bentuk pengungkapan yang negatif bahkan mengerikan. Naudzubillah…….
Seyogyanya kita tahu, apa itu Valentine’s Day? Mengapa mereka sangat antusias dalam merayakan Valentine’s Day? Pentingkah kita merayakan Valentine’s Day? Apakah Valentine’s Day merupakan budaya islam? Adakah dalam diri benak kita, kita mempertanyakan akan hal – hal itu.? Bijaksanalah kita sebelum melakukan suatu hal yang kita tidak tahu sumber asalnya.
Melihat sejarah lahirnya Valentine’s Day yaitu kematian St. Valentine ( Saint atau Santo ) yang dibunuh karena pertentangannya dengan Penguasa Romawi pada masa itu yakni Raja Claudius II. Dimana kematiannya itu dianggap sebagai simbol sebuah ketabahan, kepasrahan juga pengorbanan, maka para pengikutnya memperingati kematian Santo ini sebagai “Upacara Keagamaan”. Dimana saat upacara keagamaan ini luntur bahkan hilang, Hari Valentine ini bukan lagi sebagai upacara keagamaan tetapi sebuah perayaan. Hari valentine ini dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Disaat bangsa Romawi memeluk agama Nasrani ( Kristiani ), mereka menghubungkan perayaan ini dengan kematian St. Valentine. Maka dari itu mereka mempercayai Hari Valentine’s sebagai hari kasih sayang yang ditetapkan pada tanggal 14 Februari.
Mengetahui singkat cerita asal usul  Valentine’s Day memang sangat menyedihkan. Suatu hal yang sangat ironis, kematian seorang Santo dikaitkan dengan perayaan hari kasih sayang. Sungguh sangat ironissss……
Maka dari itu jelas, Valentine’s Day bukanlah moment yang bercorak kebudayaan islam, itu adalah hasil pemikiran dari bangsa nasrani yang diteruskan oleh pihak gereja yang ingin merusak akidah muslim dan muslimah dan memperkenalkan budaya barat yang mengatas-namakan kasih sayang.
Padahal islam sendiri adalah agama yang penuh dengan kasih sayang. Islam adalah agama yang mengajarkan untuk mengasihi saudaranya sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri. Pengungkapan rasa cinta itu bukan hanya semenit, satu jam, satu hari, satu bulan bahkan satu tahun.  Islam memerintahkan umatnya untuk menjalin persaudaraan dan saling menyayangi yang abadi dibawah naungan Rahmat-NYA Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang.
Janganlah kita mengikuti suatu yang tidak kita ketahui asal usulnya. Karena penglihatan kita, hati kita, pendengaran kita semuanya akan diminta pertanggungjawabannya. Janganlah kita mengikuti kepercayaan dan budaya agama lain. Karena Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum ( agama ), maka dia termasuk kedalam kaum ( agama ) itu”. Sedangkan, kita sendiri kan adalah seorang muslim. Sudah seharusnya kita meneladani apa yang telah Rasul contohkan kepada kita sebagai umatnya.
Soo…… Mulai dari sekarang kita harus berpikir cerdas, kritis, bijak dan tepat. Jangan sampai dari sikap ketidaktauan dan sikap ikut – ikutan kita menjadi penyebab keruntuhan budaya islam yang sangat agung dan menjadi bahan ejekan bahkan cemoohan agama lain karena ketidakmampuan kita berpegang teguh pada agama kita sendiri dan budaya islam yang telah Rasul contohkan untuk kita semua. Keep spirit……..!!!!