Pengalaman di Kampus Tercinta

Sabtu, 10 November 2012

Sejarah IAIDCetakE-mail
Institut Agama Islam Darussalam (IAID) adalah Perguruan Tinggi Agama Islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu Pondok Pesantren Darussalam.
Pendidikan Tinggi Islam yang lahir pada tanggal 1 Juni 1970 ini sejak lama dipercaya pemerintah dan masyarakat untuk mendidik calon-calon sarjana-ulama-cendekia,
yang memiliki visi ke-Islam-an, keilmuan, kebangsaan dan kemasyarakatan.
 Kepercyaan itu dibuktikan dengan jumlah ribuan alumni yang tersebar hampir di seluruh pelosok nusantara dalam berbagai peran dan kedudukan.
Pada awal berdirinya, IAID hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah. 
Kemudian melalui usaha keras, saat ini telah ada tiga fakultas dan satu program, yaitu Fakultas Syari’ah (Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah), Fakultas Tarbiyah (Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), Fakultas Dakwah (Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam), dan Program Pascasarjana/S2 (Program Studi Pendidikan Islam.
Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah pernah didirikan, tetapi kemudian diubah menjadi Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam sesuai dengan tuntutan dan perkembangan yang ada. Program Diploma PGSD/PGMI juga pernah ada tetapi kemudian ditingkatkan statusnya dari Program Diploma
menjadi Program Strata Satu.

TAMADA ( Ta'aruf Mahasiswa Darussalam )

TAMADA merupakan Kegiatan orientasi mahasiswa atau saling mengenal satu sama lain dengan mahasiswa/mahasiswi lainnya, mengenal  lingkungan pasantren Darussalam, dll. Waktu itu saya mengikuti TAMADA  pada tanggal 10 - 13 syawal 1432 H / 8 - 11 September 2011 M.
Awalnya saya merasa asing saat saat mengikuti kegiatan ini dan merasa takut membayangkan bagaimana
dan seperti apa kegiatan ini.
Setelah dijalani ternyata ospek mahasiswa di IAID ini sangat menyenangkan berbeda dengan di Institut atau Perguruan Tinggi lain yang ada perpeloncoan. Disini, mahasiswa dikenalkan dengan berbagai macam
kegiatan kepasantrenan dan kebiasaan - kebiasaan di kepasantrenan. 
Pagi - pagi sekali aku harus bangun jam 3 karena mengantri untuk mandi dengan jumlah mahasiswa
lebih kurang lebih 200 ditambah santri yang ada disana :) .............. setelah mandi ganti pakaian muslim
untuk mengikuti Kuliah Subuh di Gedung NU, layaknya seperti mesantren lagi, pergi bareng, bobo bareng, makan rame - rame, pokonya serruuuuuu.................. ^_^
Hari berikutnya ada permainan Firefox, baru kali itu saya coba memberanikan diri naik firefox, hehe....
( deg - degan bangeeetttt )...... Malamnya tiap mahasiswa harus menampilkan sesuatuuuu dengan dibagi kelompok, hehe..... waktu itu saking ngk ada yang bisa nyanyi, ngk ada yang bisa drama, dll.. untungnya ada salah seorang dikelompok ku dari pengalamannya untuk menampilkan "JOGET KERDIL",
pake musik yang lucu, pake jaket, tali rapia, dan sarung..... dengan cara berpakaian tertentu kita
menampilkan itu.... Tanpa diduga ternyata kelompok kita sangat kreatif menampilkan joget yang lucuuuuu, hehe.......
Pokonya seruuuu.... Saya akui latarbelakang keluarga saya dari keluarga inti bukan keluarga yang yang pendidikannya pesantren terkecuali kakak pertama saya waktu Tsanawiyah nya mesantren....
Tapi saya sendiri mencoba dan semoga dengan ini membuat saya lebih baik lagi terutama untuk pribadi ini.... Dan saya percaya ini adalah Karunia dan Hidayah terindah dari ALLAH SWT........
Orang - orang disekitar yang soleh dan solehah, dosen, mahasiswa lainnya, kesan ini yang menjadikan saya pemicu aku pun ingin sekali menjadi orang yang lebih sangat dicintai sesama dan terutama ALLAH SWT........
Amin... Amin... Aminn......

I Love Darussalam.......... Meski aku masih bebal dan bodoh akan agama, tapi saya percaya TUHAN begitu sangat memaklumi dan begitu sangat mencintai saya........... ^_^ 

Begitu banyak pengalaman lainnya..... Tapi rasanya begitu sangat panjang jika ditulis semua, hehehe....
MAKASIH YA RABB.......... ^_^

0 komentar: